Selasa, 01 Desember 2009

TIGA BAHASA MASA DEPAN

Ada tiga bahasa yang tampaknya akan makin populer di hari esok, yakni
MANDARIN, JEPANG DAN JERMAN.

Chew Say Loo, Vice President CNI, sebuah perusahaan MLM, yang kebetulan juga seorang ekspatriat dari Malaysia, dengan tegas mengatakan, Bahasa Mandarin adalah bahasa kedua yang harus dikuasai setelah Bahasa Inggris. Bahasa ini diyakini akan membuka kesempatan berkarier di luar negeri, khususnya di Asia. Apalagi negara- negara seperti Cina, Hongkong, Taiwan, Singapura kini sedang giat- giatnya melirik dan memperkerjakan tenaga asing , termasuk WNI.
Perubahan kepentingan suatu bahasa sangat dipengaruhi oleh seberapa penting arti perekonomian negara tersebut di mata dunia iinternasional. Chew memprediksikan, Cina yang berpenduduk paling banyak di dunia kelak akan menjadi yang menguasai perekonomian dunia. Jadi , bila ingin memiliki daya jual yang tinggi di bursa kerja internasional seseorang harus menguasai bahasa Mandarin.
Pernyataan serupa juga muncul dari Catherine Keng, presenter berita Metro Xinwen. ” Seseorang minimal harus menguasai 2 ( dua) bahasa asing, supaya bisa bertahan dan laku di pasar kerja Asia, yakni Inggris dan Mandarin. Buktinya, saya sering dimintai tolong mencarikan karyawan yang fasih berbahasa Mandarin oleh berbagai perusahaan”. Cathrine mengamati, pengajaran bahasa Mandarin di Indonesia kii berkembang makin pesat di era reformasi. Kini kita tidak harus membuang biaya besar dan khusus terbang ke beijing untuk belajar. Asal disiplin dan dilakukan secara intensif, belajar di Indonesia juga tidak kentara perbedaannya.

Bahasa Jepang juga tidak kalah penting. Walau Jepang kini tidak lagi menguasai perekonomian Asia, masih banyak perusahaan Jepang tetap menanamkan modalnya di Indonesia. Bagi Jepang Indonesia tetap merupakan pasar yang amat besar bagi produk dan teknologi yang mereka kembangkan. ” Paling tidak kesempatan diterima di perusahaan Jepang yang menjanjikan imbalan dan jenjang karier yang jelas akan terbuka lebar, jika Anda menguasai basic bahasa Jepang. Bukan tidak mungkin anda bisa terpilih mengikuti pelatihan di Negeri Sakura. Bahasa Jepang juga tetap favorit dipelajari karena melesatnya perkembangan fashion dan dunia animasi jepang,” kata Lincoln berpendapat.

Maulina Rahmawati, direktur bagian Bahasa di Berlitz Languange Center, berpendapat, masih ada satu bahasa lain yang menyimpan potensi di masa depan, yakni Bahasa Jerman. Jerman memang raja teknologi di kawasan Eropa dan banyak membuka peluang kerja bagi WNI. Pemerintah jerman juga dikenal royal menawarkan beasiswa untuk mahasiswa Indoensia. Lincoln yang mengamini pendapat Maulina mengajurkan agar para wanita yang berprestasi di bidang tekni tidak melewatkan kesempatan emas tersebut dengan cara mempelajari Bahasa Jerman. ” Belum banyak wanita yang berprestasi di dunia teknik dan mengusai Bahasa Jerman. Jadi, harga jualnya pasti sangat tingggi,” ujarnya sambil memberi alasan.

Kemampuan berbahasa asing yang populer ternyata tidak hanya dapat memuluskan karier, tetapi juga dapat meningkat rasa percaya diri dan meningkatkan kualitas hidup
Chew yang fasih berkomunikasi dalam 3 bahasa : Inggris, Mandarin dan Melayu ( plus dialek bahasa Cina – Hokkian), merasakan sendiri manfaatnya. ” dengan modal 3 (tiga) bahasa tersebut, saya tidak perlu merasa was was ditempatkan di pelosok dunia manapun. Saya bisa mingle dan nyambung dengan penduduk lokal. Dari sisi sosialisasi, karier dan berkomunikasi, saya merasa bisa bersaing dengan siapapun, ” katanya.

sumber : majalah Femina

Tidak ada komentar:

Posting Komentar